Santri Baru Ditraining ESQ

Pelaksanaan Orientasi Pengenalan Pesantren (OP2) yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis kemarin, juga dimeriahkan dengan training ESQ. Dalam Training tersebut, panitia mendatangkan trainer asal Lombok, NTB yakni Doktor Syamsul Hadi, M.Pd.I.

Dalam kesempatan itu, doktor Bidang Manajemen Pendidikan UIN Malang yang juga alumni Pesantren Sukorejo itu dalam penyampainnya cukup membuat para peserta terpukau. Tidak jarang dari peserta yang meneteskan air mata.

Training ESQ yang bertempat di auditorium putra itu diikuti oleh seluruh santri baru putra yang berjumlah 855 orang. Dalam penyampainnya, Konsultan Manajemen Pendidikan Indonesia-Australia yang sekarang tinggal di Lumajang itu menyampaikan tentang pentingnya memiliki sikap optimis. Menurutnya, anak Adam yang terlahir di dunia ini harus tetap optimis terhadap apa yang menjadi cita-citanya. Selain sikap optimisme, sesorang juga harus harus memiliki kesadaran yang berasal dari diri sendiri. Kesadaran yang dimulai dari diri sendiri, menurut laki-laki yang bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan Nasional itu, adalah berpotensi 80% menuju ke gerbang kesuksesan.

Pada akhir training, pria bersahaja yang juga konsultan DPRD Kabupaten Lumajang itu menyarankan kepada seluruh santri untuk selalu optimis dan yakin bahwa santri juga bisa menjadi orang yang sukses. (Aaz)
Selengkapnya...

Santri Baru Ditraining ESQ

Pelaksanaan Orientasi Pengenalan Pesantren (OP2) yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis kemarin, juga dimeriahkan dengan training ESQ. Dalam Training tersebut, panitia mendatangkan trainer asal Lombok, NTB yakni Doktor Syamsul Hadi, M.Pd.I.

Dalam kesempatan itu, doktor Bidang Manajemen Pendidikan UIN Malang yang juga alumni Pesantren Sukorejo itu dalam penyampainnya cukup membuat para peserta terpukau. Tidak jarang dari peserta yang meneteskan air mata.

Training ESQ yang bertempat di auditorium putra itu diikuti oleh seluruh santri baru putra yang berjumlah 855 orang. Dalam penyampainnya, Konsultan Manajemen Pendidikan Indonesia-Australia yang sekarang tinggal di Lumajang itu menyampaikan tentang pentingnya memiliki sikap optimis. Menurutnya, anak Adam yang terlahir di dunia ini harus tetap optimis terhadap apa yang menjadi cita-citanya. Selain sikap optimisme, sesorang juga harus harus memiliki kesadaran yang berasal dari diri sendiri. Kesadaran yang dimulai dari diri sendiri, menurut laki-laki yang bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan Nasional itu, adalah berpotensi 80% menuju ke gerbang kesuksesan.

Pada akhir training, pria bersahaja yang juga konsultan DPRD Kabupaten Lumajang itu menyarankan kepada seluruh santri untuk selalu optimis dan yakin bahwa santri juga bisa menjadi orang yang sukses. (Aaz)
Selengkapnya...

Safari Ramadhan Dikira Gerakan Teroris

Ternyata tidak setiap niat baik disambut baik pula. Setidaknya pengalaman itu dialami oleh Panitia Safari Ramadhan IKSASS Rayon Bali saat melakukan berbagai persiapan mengisi kegiatan Ramadhan. Alih-alih, masyarakat Bali yang mayoritas tidak seagama mengira kegiatan anak-anak IKSASS sebagai kegiatan teroris. Itu bisa dimaklumi mengingat Bali pernah diguncang bom I dan II yang dilakukan oleh teroris beragama Islam.

Setelah menyampaikan laporan kegiatan Ramadhan ke Iksass Pusat beberapa waktu lalu, senin malam kemarin seluruh ketua rayon dan ketua panitia kegiatan Ramadhan se-Nusantara melaporkan kegiatan Ramadhan kepada Pengasuh Pesantren.

Laporan pertanggungjawaban yang bertempat di pendopo pengasuh itu juga dihadiri oleh beberapa pengurus pesantren, diantaranya, sekertaris pesantren, wakil sekertaris dan kabid kepesantrenan dan kamtib. Hadir juga Ketua Umum Iksass Pusat Alumni.

Secara bergiliran, para ketua rayon melaporkan hasil kegiatannya selama bulan Ramadhan kemarin, baik kegiatan-kegiatan yang terealisasi maupan kegiatan yang tidak terealisasi. Di samping itu juga, para ketua Rayon diminta melaporkan sejauh mana partisipasi masyarakat dan alumni selama mengadakan kegiatan.

Secara umum, dari LPJ tersebut, kegiatan Iksass pada bulan suci Ramdhan bisa dikatakan sukses, bahkan di sebagian daerah respon dan partisipasi alumni dan masyarakat bisa diacungi jempol, meski ada beberapa daerah yang mengalami kendala maupun masalah selama melaksanakan kegiatan. Seperti Rayon Iksass Sampang yang mengaku tidak berani melaksanakan kegiatan karena banyaknya tekanan-tekanan dari berbagai pihak. Begitu juga dengan Iksass Bali yang harus super hati-hati. Karena menurutnya, kegiatannya selalu diawasi oleh aparat dan masyarakat yang notabene beragama lain, karena disangka sebagai salah satu gerakan terorisme.

Menanggapi tentang kesuksesan dan kendala yang dihadapi para pengurus rayon, Pengasuh Pesantren, KHR. Ahmad Fawaid As’ad berpesan agar para pengurus lebih mematangkan persiapan sebelum turun langsung di tengah-tengah masyarakat, termasuk melakukan komunikasi intensif baik dengan alumni maupun masyarakat. (aaz)
Selengkapnya...

Buletin IKSASS Situbondo Alami Metamorfosa

Setelah menjalani proses yang cukup rumit dan melelahkan, akhirnya pada Hari
Minggu, 10 Oktober 2010 lalu, Pengurus Rayon IKSASS Situbondo putri yang bekerjasama dengan pengurus putra telah menerbitkan majalah EXPOS.

Berbeda dengan penerbitan buletinnya yang terbit Setiap 2 minggu sekali, untuk majalah tersebut ditetapkan terbit dua kali setiap setahunnya.

Pemimpin Redaksi, Dwi Ria Astuti menjelaskan, terealisasinya program kerja
dari koordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia IKSASS, tidak lain karena semangat dari para warga Situbondo sendiri yang mayoritas produktif dalam berkarya.
“Awalnya cukup sulit menghimbau pada warga untuk terus berkarya, tapi berkat
ketelatenan dan ketegasan para pengurus dalam menumbuhkan kesadaran berkarya,
mereka pun kini lebih antusias” Paparnya. (dew)
Selengkapnya...

Ramai-ramai Helat Pelantikan

Setelah beberapa waktu yang lalu tim formatur melengkapi kepengurusan OSIM MTs periode 2010 - 2011 bertempat di Masjid Jamik Ibrahimy, Pengurus OSIM MTs demisioner menggelar pelantikan.
Ketua OSIM MTs dimisioner, Sudarsono Alhas dalam sambutannya mengharapkan, agar pengurus OSIM yang baru dilantik, bisa lebih baik dari periode kemarin. Dalam kesemapatan itu pula, salah satu Mahasiswa Fakultas Dakwah itu yang juga mewakili Pengurus OSIM periode 2009-2010, meminta maaf apabila selama satu periode kemarin dalam menjalankan amanah yang diberikan sekolah tidak sesuai harapan. Ia juga mengucapkan banyak terimah kasih kepada semua pihak yang telah membantu pengurus OSIM dalam menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan sekolah, baik berupa materi ataupun pemikiran.
Dalam kesempatan itu, Kaur Kurikulum MTs, Ust. Soleh Az-zahra, menyampaikan banyak terima kasih kepada Pengurus OSIM yang didemisioner atas pengabdian selama satu periode kemarin. Untuk pengurus OSIM yang baru dilantik. Ust. Sholeh, banyak memberikan motivasi. Ust.Sholeh juga mengingatkan tentang pentingnya kebersamaan visi-misi antara pemimpin dengan yang dipimpin.” Biar tidak jalan sendiri-sendiri, biar kompak,” harap beliau.
Setelah acara serah terima jabatan, Ketua OSIM yang baru, Zaini, saat sambutan mengharapkan kekompakan, dan militansi semua Pengurus OSIM dalam menjalankan amanah satu periode ke depan. Dia juga berharap dukungan semua pihak demi kemajuan OSIM ke depan.
Sementara pada Malam Sabtu kemarin, Pengurus OSIM Madrasah Ibtida’iyah juga menggelar acara serupa. Acara tersebut bertempat di auditorium pesantren. Dalam acara tersebut hadir juga pihak sekoah, semua Pengurus OSIM MI, baik yang akan didemisioer maupun yang baru, dan para perwakilan siswa dari semua kelas.
Ketua OSIM yang baru dilantik, Firmanto, menggantikan posisi yang ditinggalkan M. Sofyan.
Kaur Kurikulum MI, Ustadz. Junaidi, mewakili dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengurus OSIM yang didemisioner atas pengabdiannya selama ini. Untuk Pengurus OSIM yang baru, beliau, menghimbau agar selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menjalankan setiap kegiatan. Ia juga meminta agar Pengurus OSIM yang baru banyak belajar dalam menjalankan roda organisasi OSIM MI kepada Pengurus OSIM sebelumnya.
Sementara itu pelantikan juga digelar di SMK 1 putra. Pelantikan yang bertempat di Lantai II Masjid Jamik Ibrahimy itu dihadiri oleh beberapa dewan guru dan seluruh siswa SMK.
Ketua OSIS baru yang dilantik pada kesempatan itu adalah Hikma Rahmatullah yang menggantikan Miftahul Arifin selaku Ketua yang lama. (dar/aaz)
Selengkapnya...

OSCAR 2010 Sukses Dilaksanakan

Pelaksanaan Orientasi Study Cinta Almamater (OSCAR) yang dimulai sejak Hari Selasa, 12 Oktober kemarin, berjalan dengan sukses. Hal itu ditandai dari manual acara yang telah diagendakan panitia terlaksana dengan lancar. Kegiatan yang bertujuan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru tersebut berlangsung selama tiga hari itu, dari tanggal 12 sampai dengan tanggal 14 Oktober kemarin.

Ada lima materi yang disuguhkan panitia dalam kegiatan itu, yakitu materi sosiologi kampus dan kemahasiswaan, disampaikan oleh Drs. Mahmudi Bajuri. Sedangkan materi kebangsaan diisi oleh Bapak Mashudi. Untuk materi keislaman disampaikan oleh Ach.Muhyidin Khotib, S.HI, materi tentang Kepesantrenan disampaikan oleh Drs. Hasan Fauzi Alco, M.Pd.I, dan materi terakhir yakni materi Sosiologi disampaikan oleh Drs. Moh. Isfironi Fadjri, MA.

Pada malam terakhir dari kegiatan tersebut, peserta OSCAR diajak melakukan renungan malam yang sekaligus pengumuman peserta terbaik.

Zainur Rosyid selaku ketua panitia menuturkan, bahwa tujuan kegiatan tersebut, diantaranya adalah mengubah pola pikir siswa menjadi pola pikir mahasiswa yang ilmiah dan akademis, memperkuat mental, intelektual serta spiritual mahasiswa dan memupuk patriotisme mahasiswa.

Sedangkan tema dar kegiatan ini adalah “Berfikir dan Bertindak Menuju Gerbong Perubahan”. (aaz)
Selengkapnya...

Yayasan Al-Fattah Kunjungi ESA

Tampaknya English Student Asosiation (ESA) mendapat perhatian khusus dari lembaga-lembaga di luar pesantren. Terbukti, lembaga yang focus terhadap bahasa Inggris itu mendapat kunjungan istimewa dari yayasan Al-Fattah, Banyuwangi.

Kunjungan tersebut diikuti oleh lima guru Bahasa Inggris yang didampingi oleh Kepala Sekolah yayasan tersebut. Dewan guru tersebut adalah para guru Bahasa Inggris dari MI, MTS dan MA dari lembaga pendidikan yayasan Al-Fattah, Banyuwangi.

Menurut Ketua ESA, Ahmad Rofiqi, kedatangan dewan guru dari lembaga pendidikan Al-Fattah, Banyuwangi tersebut adalah dalam rangka study banding. Menurutnya, kedatangan mereka ingin memadukan model pengajaran yang diterapkan di ESA dengan lembaga pendidikan mereka.

Rombongan yang berjumlah enam orang tersebut disambut oleh seluruh pengurus ESA. Dilanjutkan dengan dialog. Dalam dialog itu, rombongan study banding merasa heran dengan kemampuan yang dimiliki oleh para anggota ESA yang menurutnya, para anggota ESA itu cukup cakap dalam berbahasa Inggris. Para dewan guru itu juga mengaku kesulitan menularkan kemampuan bahasa inggrisnya kepada para siswa mereka.

Menanggapi pernyataan tersebut salah seorang pengurus ESA mengaku, bahwa kunci dari semua itu adalah praktik. Menurutnya, anggota yang sudah terdaftar di ESA, selain harus mengikuti kursus selama tiga hari dalam sepekan, mereka juga diwajibkan datang ke tempat kursus setiap malam dalam rangka mempraktikkan penguasaan bahasa asing yang mereka kuasai. (aaz)
Selengkapnya...

Brosur Santri Baru

Jumlah Pengunjung

Website counter
 

Tamu Pesantren

Mubes Iksass VIII di Jember

Tamu Pesantren

Powered by Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah