Maulid Nabi Bertabur Hadiah

Usai sudah perlombaan dari berbagai bidang. Malam Sabtu kemarin, KHR. Fawaid memberikan penghargaan kepada para pemenang. Para pemenangnya antara lain, lomba hafalan surat-surat pendek dan do’a sehari-hari diraih Ach. Nasirullah dan Abqoriyin Khusnul Inayah, lomba hafalan aqidatul awam diraih Kholifatus Sa’diyah, lomba hafalan do’a dan surat-surat pendek serta Fashion disabet Fara Adila Al-Aluf dan Arina Fardisal Jinan. Pemenang lomba mewarnai lafadz diraih Ziadatul Husna, pemenang lomba hafalan Tasrif Istilahi diraih Nur Faizah. Sedangkan lomba Tasrif Lughowi disabet Umamatuz Zahroh. Pemenang I Lomba Baca Kitab Jurmiyah diraih Dayanti Suci Lestari.

Pemenang lomba Rowatibul Hadad disabet Tutik Wasti’ah. Ismiatul Aminah menjadi yang terbaik dalam lomba Tajhizul Mayit. Lomba Kreasi Sholawat diraih Kelas VI Kurnas atas nama Ihtiyatul Waro’, lomba Pembuatan Poster disabet Kelas VIII G SMP, Arista Aprilia, Lomba Drama Bahasa Asing utusan Darul Lughoh Nomor 3 atas nama Ratna Diatus Shofiyah menjadi yang terbaik. Lomba Baca Kitab Fathul Qorib diraih Ukhtul Adibah. Sedangkan Lomba Baca Kitab Fathul Mu’in dimenangkan oleh Nur Zaidah.

Pemenang I Lomba Debat Fakultas Dakwah diraih Dewi Nur Malika, lomba Drama Kandungan isi Barzanji dimenangkan oleh Raudatul Jannah R. Lomba Shalat Berjama’ah disabet oleh Nurul Badriyah. Sementara itu Lomba Hadrah Revolusioner diraih oleh Asrama Pusat atas nama Novidatun Nisa’. Pemenang Lomba MTQ tingkat Murottal Anak-Anak disabet Yuliana, Murottal Remaja atas nama Baiq Siti Maimunah, Murottal Dewasa Shofwatul Fuadah utusan Rayon Situbondo, Murrotal Mahasiswi diraih Baiq Siti Maimunah Utusan AMIKI, Murottal Ketua Kamar Arifatus, Ketua Kamar Nurul Ihsan No 2, MTQ Anak-anak Muzanniyah, MTQ Remaja Nur Faizah, MTQ Dewasa Yuliana, MSQ diraih Yuliana utusan Rayon Sepudi, Pemenang Lomba MHQ 1 Juz dimenangkan Baiq Siti Maimunah, MHQ 10 Juz atas nama Nur Jannah utusan Rayon Situbondo.

MHQ 20 Juz diraih Baiq Dini Martuti, MHQ 30 Juz atas nama Zainiyah utusan Rayon Bawean, Lomba MFQ Dayanti Suci Lestari Utusan MI Putri, Pemenang I MHQ Naskah Kecil, Nudia Amburika, MKQ Naskah Besar disabet oleh Supiyatun utusan Rayon Situbondo dan Pemenang I Lomba MKQ Mushaf Tarwiyah utusan Rayon Raas.(She/Dew)
Selengkapnya...

Lomba Hadrah Revolusioner Disambut Meriah

Menyambut kedatangan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pusat Iksass menggelar berbagai lomba. Dari lomba-lomba yang ada paling banyak penontonnya adalah drama Bahasa Inggris. Namun ada satu perlombaan yang paling disukai oleh santri putrid. Mereka sangat antusias mengikutinya. Lomba Hadrah Revolusioner sangat diminati. Bukan hanya santriwati saja yang menyaksikan, para pengurus pesantren dan pemangku asrama juga antusias. Lomba Hadrah Revolusioner tersebut menjadi ajang pertaruhan asrama-asrama. Karena pemenangnya akan masuk dapur rekaman.

Dalam lomba Hadrah Revolusioner ini ditentukan 3 besar untuk mengikuti ajang grand final selanjutnya. Peserta 3 besar tersebut adalah Asrama Ma’had Aly, Nurul Qoni’ dan Asrama Pusat. Pada malam berikutnya final perlombaan tersebut dihelat dengan dewan juri Ustadz Khoruddin, Ustadz Abduh Rahman dan Moh. Hanif atau yang dikenal dengan Rico. Malam final itu berjalan dengan seru. Pemenang hadrah revolusioner ini akan dijadikan para personil Al-Badriyah seperti halnya Al-Badar.

Sedangkan perlombaan tata atur kamar, untuk daerah Daerah Sunan Maulana malik Ibrahim diraih oleh kama A. Nomor 02, daerah Sunan Ampel disabet A. 24, disusul kemudian dengan A. 21. Sunan Bonang kamar A. 34 menjadi yang terbaik, kemudian A. 28. Daerah Sunan Giri diraih oleh B. 13 dan juara duanya B. 01. Sunan Drajat , Kamar C. 07 meraih juara 1 dan menyusul C. 08. Kamar D. 16 menjadi kamar terbersih dan paling rapi di Daerah Sunan Kali Jogo, kemudian menyusul kamar D. 08. sedangkan di Daerah Sunan Kudus, Kamar E. 12 terbaik pertama, serta disusul Kamar E. 07. Kamar F. 12 menjadi terbaik pertama di Daerah Sunan Muriya serta terbaik kedua diraih F. 03.

Untuk pemenang lomba tata atur kamar Daerah Sunan Gunung Jati unit I diraih G. 01 dan G. 04. Di Sunan Gunung Jati unit II bagian bawah, kamar G. 12 menyingkirkan lawan-lawannya. Menyusul kemudian, Kamar G. 13. Serta G. 27 membungkam lawannya dalam lomba tata atur kamar untuk Daerah Sunan Gunung Jati unit II bagian atas, disusul kemudian dengan kamar G. 30. Pemenang Lomba Kamar asrama putri, Daerah Al-Mawaddah diraih oleh A. 03, Daerah Al-Widad Nomor 5 menjadi yang terbaik di daerahnya.

Daerah Al-Aluf diraih C. 04, Daerah Al-Maghfiroh disabet D 01, sedangkan Daerah Al-Hasun 01 menjadi yang terbaik, Daerah Darul Lughoh disabet G 01. Sementara itu, Lomba Antar Daerah Pusat, Daerah Al-Maghfiroh menyingkirkan lawan-lawannya. Lomba Antar Daerah Cabang, Asrama Ma’had Aly, meraih juara I. Lomba Antar kamar di semua asrama, diraih Kamar Al-Khuzaimah nomor 8.(She/C12)
Selengkapnya...

Payege Kader Calon Da’iyah

Moment maulid memang benar-benar membawa keberkahan bagi kalangan santri. Pada hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW kali ini banyak dimanfaatkan oleh para santri untuk bertemu dengan kedua orang tua dan sanak saudaranya masing-masing, tidak hanya yang berdomisili ditempat terdekat saja tetapi diseluruh penjuru nusantara pun mendatangi putra-putrinya. Meskipun ada segelintir santri yang sanak familinya tidak datang mereka tidak pernah berkecil hati.

Moment Maulid Nabi ini juga dimanfaatkan oleh masing-masing rayon Se-nusantara berlomba-lomba dalam membuka bazar. Dengan bertempatkan di Pelataran Sekolah Barat Aula dan Serambi Auditorium Putri, santri putri membuka bazar mulai Hari Kamis dan Jum’at lalu. Barang-barang yang dijual pun bermacam-macam, dari makanan khas dari daerah masing-masing sampai bazar pakaian buku, sepatu dan lainnya.

Sementara itu, ditengah-tengah kesibukan para santri dengan expo bazar maulidnya, Syaiful Islam Al-Payage membimbing para Akademia kreatifitas Ibrahiy. Kegiatan itu tergelar pada Hari Kamis kemarin seusai pelaksanaan Jamaah dhuhur dan Ashar. Para peserta berasal dari Akademia Kreatifitas Ibrahimy (ARI) 1 sampai dengan ARI 5. Dalam kesempatan itu, Payage banyak memberikan semangat dan motivasi untuk para akademia kreatifitas ibrahimy. Putra angkat KHR Fawaid itu berharap, dengan adanya ajang ARI ini bisa melahirkan dan menciptakan kader-kader seorang da’iyah yang religi serta mampu menggantikan posisinya nanti.

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk membimbing para anggota ARI. Menurut Ketua Panitia ARI 5, Siti Fatimah, rencananya dari semua bidang akan dibimbing dan diformat seperti yang pernah dilakukan Iksass Pusat Putra. Bimbingan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh para pembimbing masing-masing bidang. Untuk bidang shalawat akan dibimbing Ustadz Abduh Rahman sedangkan Bidang Puisi akan ditangani oleh Zainul Walid, S.Ag.(She)
Selengkapnya...

Pendaftaran Santri Baru Dimajukan

Pesantren Salafiyah Syafiiyah secara rutin menerima santri baru pada Bulan Juli, namun penerimaan santri baru kali ini dimajukan ke Tanggal 01 Juni 2010. Mengenai syarat-syarat penerimaan siswa baru, nantinya para pendaftar diharapkan mengisi formulir dan menyerahkannya kepada panitia penerimaan siswa baru baik di di madrasah maupun di sekolah dengan melampirkan, surat keterangan dari Panitia Penerimaan Santri Baru yang ditandatangani oleh ketua kamar bersangkutan, melengkapi Foto terbaru, sebanyak 12 lembar, ukuran 3x4 dengan kreteria berkopyah untuk putra, berjilbab/berkerudung untuk putri, Foto kopi ijazah yang dilegalisir sebanyak 3 lembar, Foto kopi Surat Keterangan Berkelakuan Baik yang dilegalisir, kemudian membawa Foto kopi Surat Keterangan Sehat dari dokter yang juga dilegalisir, Surat mutasi yang disahkan oleh pejabat berwenang, khusus siswa yang akan mutasi.

Selain memenuhi syarat-syarat tersebut, khusus calon siswa MQ/Tahfidz harus hafal Al-Quran, minimal 1 juz. Sedangkan prosedur penerimaan santri baru antara lain, calon santri diserahkan kepada pengasuh oleh walinya atau orang yang mendapat mandat/kuasa dengan menunjukkan KTP. Kemudian mendaftar di Sekretariat Penerimaan Santri Baru dengan membawa Surat Rekomendasi dari Pengasuh untuk mendapat pejelasan dari panitia, lalu dites membaca Al-Quran. Setelah itu, para pendaftar hendaknya mengisi formulir dengan melampirkan, foto anak yang bersangkutan sebanyak 3 lembar dengan ukuran 3x4, foto bapak dan ibunya, masing-masing 2 lembar yang juga berukuran 3x4, calon pendaftar juga harus membawa foto kopi KTP bapak dan ibu/walinya

Mengenai biaya pendaftran santri baru tidak ada kenaikan yang signifikan, pendaftaran santri baru kali ini hanyalah sebesar Rp. 50.000,- serta uang pangkal sebesar Rp. 200.000,- Ketentuan lain yang harus diperhatikan, para santri hendaknya berasrama di dalam komplek pesantren dan murid SDI, SMPI 1, SMAI, SMKI 1 dan mahasiswa wajib merangkap di madrasah.(C12)
Selengkapnya...

Puncak Perayaan Maulid Nabi Meriah

Ribuan khalayak memadati Halaman Kampus IAI Ibrahimy pada Hari Sabtu kemarin. Para santri, alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah mengikuti acara puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah seorang Ketua Tanfidziyah PBNU, KH. Said Aqil Sirajd dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya meneladani ahlak Rasulullah. Menurutnya, Rakyat Indonesia kalau ingin selamat hendaknya harus kembali ke ajaran rasulullah.

Calon ketua PBNU itu mengatakan, di luar pesantren sudah banyak digembar-gemborkan bahwa orang yang merayakan Maulid Nabi itu syirik. Karena hal itu merupakan bid’ah. Setiap bid’ah itu sesat. Perayaan Maulid itu juga tidak ada pada zaman Rasulullah. Padahal menurutnya, bid’ah itu ada yang hasanah, baik dan sayyiah atau dholalah, dengan kata lain sesat. Buktinya pada jaman Rosulullah tulisan Al-Quran tidak ada titiknya, yang ada hanya tulisan bengkok-bengkok. Lalu pemberian titik itu terjadi pada masa kekholifaan Sayyidina Ali. Penemu titik Al-Quran itu adalah Abul Aswad. Tidak cukup sampai disitu, sekitar tahun 200 hijriyah, tulisan Al-Quran itu kemudian disempurnakan dengan syakal dan tajwidnya. Ilmu tajwid itu tidak ada pada zaman Rasulullah, berarti itu semua bid’ah, mengapa mereka mesti memakai ilmu tajwid kalau memang itu bid’ah. Bukti lain yaitu pada zaman Rosulullah tidak ada universitas, mengapa mereka yang menggembar-gemborkan bahwa maulid itu bid’ah mesti kuliah, padahal universitas tidak ada pada zaman Rasulullah. Dengan demikian, orang yang tidak mau kepada bid’ah, khususnya bid’ah hasanah tergolong orang yang bodoh.

Lain halnya dengan Kiai Imam Mawardi yang menyampaikan pentingnya Shadaqoh. Menurut Alumni Pesantren Sukorejo itu, orang yang bersodaqoh akan diganti dengan yang lebih besar lagi. Begitu juga, tidak ada ruginya bagi orang yang merayakan Maulid Nabi, karena akan ditambah pahalanya.

Sedangkan pada perayaan Maulid Nabi untuk santri putri, KH. Samsul Arifin, sebagai penceramah menyampaikan pesan moral dan bagaimana seharusnya cara mencintai Nabi Muhammad SAW. Kiai asal kota Jember ini merisaukan kenyataan yang terjadi di masyarakat., khususnya kawula muda yang lebih mengidolakan artis dibalik layar dari pada para tokoh di zaman Rosulullah yang seharusnya patut dijadikan sebagai teladan. Selain itu, terkait dengan pembacaan burdah yang nampaknya disalah tafsirkan sebagai tradisi melantunkannya dengan nada seindah mungkin tanpa memahami sama sekali makna yang terkandung didalamnya. Padahal, esensi dari isi burdah itu adalah sebagai pujian, salam pengenalan perjalanan Rosulullah dalam menapaki perjuangan hidup sekaligus berisi motivasi besar bagi umat islam.(Dew/C12)
Selengkapnya...

Menteri PDT Kunjungi Sukorejo

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Helmi Faishol Zaini melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Sukorejo Senin kemarin. Selain, bersilaturrahim ke kediaman KHR. Fawaid As’ad, Mentri yang juga kader PKB itu mengunjungi salah satu proyek yang dikelola oleh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah di daerah leduk Desa Sumberejo Banyuputih Situbondo. Dia sampai di Pesantren Sukorejo seusai para santri jamaah Sholat Asar.

Dari Pendapa Kabupaten, bersama robongannya, dia langsung menuju kediaman KHR. Fawaid untuk melakukan silaturrahim. Berselang beberapa menit, bersama Kiai Fawaid mentri PDT itu langsung menuju Kolam Ikan milik pesantren. Mentri PDT juga menyempatkan diri untuk menghadiri penutupan Musyawarah Besar Pusat Iksass Alumni P2S2. Mubes tersebut bertempat di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari Jember yang dimulai sejak 27 Februari hingga 1 Maret 2010. terpilih sebagai Ketua Umum Pusat Iksass Alumni, Ali Muhajir, SH. (C12)

Selengkapnya...

Maulid, Ritual Kultur Tahunan

Oleh Doni Ekasaputra

Berbagaimacam cara dilakukan untuk merayakan hari kelahiran baginda Rasulallah Saw. Mulai dari yang bersekala paling sederhan sampai yang paling mewahpun dilakukan. Acara peringatan maulid akan sering ditemukan pasa bulan rabiul Ula. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw ini dilakukan dengan berbagai bentuk, ada yang hanya mengirimkan masakan –masakan khas nan spesial untuk dikirim ke beberapa tetangga, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana dirumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di Mushola dan Masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakannya secara besar-besaran yang notabenenya di hadiri dan disaksikan oleh jutaan pasang mata. Ada yang hanya membaca berzanji atau diba. Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilanm hadrah, hingga diperingati dengan berbagai acara perlombaan.
Maulid merupakan ritual keagamaan yang telah diformat dan dibungkus dalam bentuk tradisi, sehingga peringatan maulid tidak hanya sebatas sebagai ritual keagamaan, melainkan sudah menjelma menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun dan berkelanjutan dalamn periodik waktu tertentu, bahkan sudah terjadi akulturasi dengan budaya lokal. Seperti yang telah diperlihatkan oleh masyarakat Jawa, Bali, Lombok, dan lain sebaginya.
Lalu apa sih maulid itu? Kata "maulid" berasal dari bahasa Arab yang sudah menjadi istilah mashur di kalangan warga Nahdiyyin. Maulid adalah bentuk kata dasar (masdar) dari kata kerja (fiil) walada, yulidu, maulidan, artinya adalah "kelahiran". Kemudiam kata maulid dinisbat-kan dengan Nabi Muhammad Saw. Sehingga kata Maulid Nabi Muhammad Saw, menjadi suatu istilah untuk perayaan hari ulang tahun Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada hari senin bertepatan pada tanggal 12 Rabiul ula 11 ( tahun gajah)/ 20 April 570 Masehi. Disebut tahun Gajah karena pada saat itu Abraham, wakil raja Habsyi yang menganut agama Nasrani, bersama pasukan gajahnya datang menuju Makkah untuk menghancurkan Ka'bah.
Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap kelahiran Nabi Muhamammad Saw yang merupakan buah hati dari pasangan Abdullah dengan Siti Aminah. Pada malam kelahiran Nabi Saw banyak terjadi pristiwa-pristiwa yang ajaib yang tidak masuk akal. Sehingga para sejarawan menyebutnya sebagai tahun keajaiban. Berhala-berhala berjatuhan tanpa ada sebab, dari rumah Siti Aminah terpancar sinar sampai ke pasar Syam (Suriah), Pohon-pohon yang tidak berbuah, tiba-tiba berbuah, dan hewan-hewan yang ada berkeliaran dari satu tempat ketempat yang lain sebagai tanda kegembiraannya.
Dari penjelasan di atas, dapat diambil sebuah Natijah (kesimpulan) bahwa Maulid Nabi Muhammad saw adalah istilah untuk perayaan hari kelahiran (hari ulang tahun) Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul ula. Kemudian para sejarawan silang pendapat dalam menetapkan pelaksanaan maulid yang pertama kali dilaksanakan. Pendapat pertama mengatakan bahwa pelaksanaan maulid pertama kali diadakan pada abad ke-6 Hijriah ( W 630 H/ 1232 M), yang dilaksanakan oleh raja Ibril di Irak, ia bernama al-Mudahaffar bu Sa'id kukuburiy bin Zainuddin Ali Buktikin. (Tadzhib sira A'lam al-Nbabala'iy, III : 224). Sedangkan di dalam litelatur yang lain disebutkan bahwa perayaan maulid Nabi Saw untuk pertama kali dalam sejarah Islam baru diselenggarakan oleh penguasa Dinasti Fatimiah di Mesir, yaitu al-Mu'izz Lidinillah (masa pemerintahan 341 H/ 953M-365 H/975 M). Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan oleh al-Mu'izz Lidinillah di dorong oleh keinginannya untuk menjadi seorang penguasa populer terutam dikalangan Syiah. Untuk mewujudkan misinya itu, dia memperkenalkan beberapa perayaan, salah satunya adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.
Tradisi maulid berdiri tegak dan kokoh di atas pondasi argumentasi dan hujjah yang sangat kuat. Hal ini tentunya dapat menolak asumsi golongan non-Ahlisunnah yang mengharamkan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kalau ditelusuri secara lebih dalam, sebenarnya nilai-nilai perayaan hari ulang tahun Nabi Muhammad Saw sudah ada sejak zaman Rasulallah Saw. Hal ini ditegaskan langsung oleh hadist Beliau. "Dari Abi Qatadah al-Ansahariy, sesungguhnya Rasulallah Saw ditanya tentang puasa hari senin (yang sudah menjadi kebiasaan beilau), lalu Beliau menjawab bahwa pada hari senin itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku" (HR.Muslim). Dalam Kitab Madarirushuud Syarhul Barzanji yang mengisahkan. Bahwa Rasulallah Saw bersabda : "Siapa saja yang menghormati hari lahirku, tentu aku akan memberiikannya syafaat di hari Kiamat".
Dalam Kesempatan yang lain, Nabi Muhammad Saw telah mendeklarasikan dirinya sebagai rahmat yang dihadiahkan, dengan kategori rahmat yang paling agung (al-Rahmat al-Uzmah) bagi ummat manusia. Sedangkan untuk bisa merengkuh rahmat tersebut, salah satu caranya adalah dengan cara menghormati dan mengagungkan Nabi Muhammad Saw. Sehingga perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw mendapat legalisasi dari Allah Swt melalui firman-Nya : "Katakanlah, dengan karunia Allah dan Rahmat-Nya, dendaknya dengan itu mereka bergembira". (QS.Yunus : 58). Kalimat "Rahmat-Nya" dalam ayat ini, oleh Ibn Abbas ditafsiri dengan Nabi Muhammad Saw.
Ulama' ahlisunnah telah sepakat untuk memperbolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Meskipun tergolong perbuatan bid'ah, karena perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw tidak pernah dilaksanakan oleh Nabi Saw. Rasulallah Saw bersabda, "semua bid'ah itu sesat, setiap kesesatan masuk neraka". Melalui pendekatan Ushul Fiqh, hadist ini tergolong hadist yang 'am (umum) maka perlu dibatasi jangkauannya, yang di maksud hadits ini, bukan semua bid'ah itu sesat, akan tetapi sebagai besar saja. Melalui paradigma inilah, 'ulama kemudian membagi bid'ah menjadi dua. Yaitu bid'ah hasanah (baik) dan bid'ah Sayy'ah (buruk). Sehingga perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw tergolong bid'ah hasanah. Maka, hadits tadi tidak bisa dijadikan hujjah untuk mengharamkan Maulid Nabi Saw.
Dilihat dari sudut pandang yang lain, yakni hakikat dari perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang bisa mendatangkan kebaikan. Maka para 'ulama' mengatakan bahwa hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw adalah Mubah (al-Hawiy Li al-fatawa, I ; 251). Bahkan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw bisa bergeser menjadi sunnah. Hukum sunnah dapat tercapai karena ada beberapa sebab, diantaranya : Pertama, dengan perayaan maulid Nabi bisa mengokohkan iman ummat Islam setelah mendengar sajian sirah nabi dan biografi dalam acara Maulid Nabi Muhammad Saw, sebab dialah satu-satunya panutan bagi semua ummat di seluruh jagad raya. Allah Swt telah berfirman, "Dan semua kisah-kisah para rasul Kami ceritakan kepada kamu, yakni kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu". (QS. Hud : 120).
Kedua, dengan Maulid Nabi Muhammad Saw kita akan memperbanyak membaca shalawat, salam, al-Qur'an, dan dzikir kepada Nabi Muhammad Saw, hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt: "Sesunguhnya Allah Swt dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk atas Nabi, maka berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (QS. Al-Ahzab:56). Ketiga, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari rasa cinta terhadap Nabi saw. Sebab, mencintai nabi dan rasul adalah ajaran Islam yang wajib dilaksanakan. Seseorang yang cinta terhadap nabi dan rasul akan diberikan pahala, termasuk didalamnnya perayaanya maulid. (Baca, Manhaj al-salaf).
Keempat, pelaksanaan maulid Nabi Muhammad Saw akan semakin memperkokoh jalinan tali silaturrahmi di antara warga masyarakat, sehingga akan tercermin persatuan dan kesatuan ummat Islam yang dilandaskan terhadap iman dan taqwa. Karena, dalam kegiatan semacam ini akan terjadi intraksi antara satu muslim dengan muslim yang lain. Lumrah terjadi di masyarakat, bahwa setiap perayaan maulid, masyarakat bergiliran untuk saling menghidangkan makanan (berkat: madura) ini dilakukan dengan niatan sodaqoh dari ahli bait. Tentunya perbuatan seperti mendapat apresiasi besar dari Allah Swt. (I'anah at-Tholibin,III : 246). Kelima, perayaan maulid dilaksanakan dalam rangka memperluas dan memperbesar syi'ar agama Islam.

(Menteri Pendidikan dan Peng. SDM Ma'had Aly Ula)
Selengkapnya...

Brosur Santri Baru

Jumlah Pengunjung

Website counter
 

Tamu Pesantren

Mubes Iksass VIII di Jember

Tamu Pesantren

Powered by Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah