Wasiat Buat Guru

”Para guru yang tidak kuat mendidik muridnya (mungkin karena terlalu banyak murid atau karena kurang tabah dan lapang dada), perbanyaklah membaca, rabb isyrah li shadri!”

Begitulah pesan Kiai As’ad kepada para guru, sebagaimana dalam buku ”Percik-percik Pemikiran Kiai Salaf”. Menurut Kiai As’ad, bacaan tersebut agar para guru lapang dada. Karena yang menyampaikan perkataan --saat pelajaran-- adalah malaikat dan berbarengan dengan hidayah. Setelah hidayah sampai, masuk ke hati. Walaupun masuk namun jika tidak disertai hidayah, akan keluar ke kuping kiri. Kalau gurunya dekat kepada Allah, muridnya pun ikut dekat kepada Allah.
Selengkapnya...

Minta Maaf

”Pada hari raya, saat Idul Fitri, mari kita bersihkan hati. Marilah kita silaturrahmi dan minta maaf. Kita silaturrahmi dan melakukan penyucian hati”

Begitulah dawuh Kiai As’ad, sebagaimana dalam buku ”Percik-percik Pemikiran Kiai Salaf”. Menurut Kiai As’ad, kita pada hari lebaran, harus bersalaman, minta maaf atas kesalahan kita. Mulut pun menyebut segala kesalahan yang telah kita berbuat. Kita pun harus berkunjung ke makam orang tua, yang telah meninggal dunia. Kita mohon maaf.
Lalu bagaimana --misalnya-- jika pada hari Idul Fitri, ada orang yang tidak menyapa atau tidak mau minta maaf? Menurut Kiai As’ad, pahalanya orang tersebut akan ditangguhkan, sampai dia minta maaf. Kalau kita sudah minta maaf dan memaafkan, berarti kita telah bebas. Kita telah kembali ke fitrah. (sah)
Selengkapnya...

Sukorejo Liputan Terbaik

Menjelang Ramadlan kemarin, Pondok Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo panen liputan. Beberapa media massa lokal dan nasional mengadakan peliputan untuk acara Ramadlan. Tidak kurang dari tiga televisi yang mengadakan liputan.

Bahkan salah satu stasiun televisi nasional INDOSIAR menayangkan secara khusus profil dan kegiatan pesantren secara khusus yang berdurasi tayang selama 30 menit dengan program acara “Muhibah Pesantren” yang ditayangkan setiap pukul 5 pagi selama Bulan Ramadhan.

Di samping Pondok Pesantren Sukorejo, ada 29 pondok pesantren lainnya yang juga diliput secara khusus, mulai pondok pesantren yang ada di Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Menurut penjelasan produser acara Muhibah Pesantren, Doktor Asep Saifullah, MSc, Pondok Pesantren Sukorejo memperoleh nilai dan rating tertinggi dari sekian pesantren yang diliput dalam program yang sama. Di samping itu Pesantren Sukorejo juga masuk dalam kategori tata artistik terbaik dan lebih memiliki kekhasan yang unik, antara lain karena merupakan pondok pesantren yang dikelola secara modern namun tetap lebih mengedepankan unsur pendidikan agamanya. (nsn).
Selengkapnya...

Al Wijdani Toreh Prestasi Jawa Timur

Meski baru sekitar lima bulan terbentuk, Jam’iyah Hadrah beraliran Banjari, Al Wijdani, milik Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, sudah mampu menunjukkan taringnya di level provinsi Jawa Timur, dengan berhasil menyabet juara Harapan I dalam ajang kompetisi Seni Hadrah Banjari yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta TV 9, bekerjasama dengan Pengurus Pusat IPPNU dan Royal Plaza.
Kompetisi Seni hadrah Al Banjari yang digelar TV 9 tersebut berlansgung di Gedung Royal Plaza Surabaya, selama 2 hari, sejak tanggal 14 sampai 15 Agustus 2010, bertepatan dengan tanggal 4 sampai 5 Ramadhan 1431 Hijriyah, kemarin. Lomba tersebut diikuti oleh 53 grup hadrah beraliran Banjari yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Hadrah Al Wijdani yang lahir sebagai adik kandung dari Hadrah Revolusioner Al Badar tersebut memang diformat beraliran Banjari yang berbeda dengan aliran hadrah revolusioner Al Badar. Perbedaan aliran tersebut sekaligus menandakan keanekaragaman seni hadrah yang dimiliki Pesantren Sukorejo.
KH Drs Afifuddin Muhajir, MAg, selaku pembina hadrah Al Wijdani, mengaku gembira atas hasil yang telah ditorehkan oleh para musisi Al Wijdani. Raihan prestasi tersebut sebenarnya tidak diduga sebelumnya. Karena target yang diusung oleh Al Wijdani sebenarnya hanya ingin turut berpartisipasi sekaligus menimba pengalaman dari grup-grup hadrah Al Banjari lainnya yang sudah lahir terlebih dahulu dan meramaikan khazanah kesenian Islam.
Demikian pula Ust. Hafizhurrahman selaku pimpinan grup mengaku bangga sekaligus termotivasi untuk semakin meningkatkan kualitas grupnya baik dari segi performance maupun aneka ragam dan variasi lagu yang akan dibawakan. (nsn)
Selengkapnya...

Lepas Ramadhan Santri Baru tak Terbendung

Sejak dimulainya aktivitas di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo mulai 20 September kemarin, setelah liburan panjang Ramadhan, pertambahan santri baru semakin tidak terbendung. Sampai berita ini ditulis, jumlah santri baru yang mendaftar pasca liburan mencapai 200 orang lebih baik putra maupun putri yang datang dari berbagai pelosok Nusantara.
Menurut Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru, Drs. Anwar Musthafa, jumlah santri baru untuk tahun ini sudah mencapai 1.600 lebih. Angka tersebut masih belum termasuk calon mahasiswa baru yang diperkirakan berdatangan mulai hari ini, Jum’at 24 September 2010. Karena rata-rata para pendaftar santri baru didominasi oleh lulusan SD dan SLTP. Di samping itu, menurut Mustofa, pendaftaran santri baru masih tinggal 16 hari, yaitu akan ditutup tanggal 9 Oktober 2010. Meski demikian perkuliahan tahun akademik sudah dimulai sejak tanggal 21 September kemarin.
Menurut data yang dihimpun Salaf, santri baru tahun ini yang berasal dari Kabupaten Situbondo, Banyuwangi dan Sumenep mendominasi dan menempati pertama, kedua dan ketiga untuk Pulau Jawa. Sedangkan dari luar Pulau Jawa, didominasi oleh santri baru yang berasal dari pulau Dewata Bali.
Kepala Bagian Humas, Drs Hasan Fawzy Alco, M.Pd.I, menjelaskan, dominasi santri baru dari luar Pulau Jawa khususnya dari Bali, menunjukkan fenomena yang sangat menggembirakan, karena semakin menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan Islam di Pulau Seribu Arca itu semakin meningkat. Hal itu ditandai dengan hampir meratanya santri baru yang berasal dari hampir semua kabupaten yang ada di Pulau Bali, berbeda dengan tahun-tahun lalu yang hanya didominasi dari tiga kabupaten, yaitu Buleleng, Denpasar, dan Negara. (nsn)
Selengkapnya...

ESA Kedatangan Tamu Prancis

Pada hari minggu kemarin English Study Asosition (ESA) kedatangan dua turis dari Prancis. Setibanya di Kantor ESA, kedua orang asing tersebut melakukan dialog dengan seluruh Staf dan anggota ESA.
Dalam dialog tersebut para anggota ESA menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan Bahasa Inggris, termasuk kiat dalam mempelajari Bahasa Dunia tersebut. Setelah melakukan dialog kedua orang asing yang bernama Jean dan Aureily itu langsung mengunjungi asrama bahasa. Untuk Jean mengunjungi asrama bahasa putra sedangkan Aureily bertandang ke asrama bahasa putri.
M.Rofiqi, selaku Ketua ESA mengungkapkan, bahwa dengan kedatangan kedua tamu asing tersebut sangat berguna sekali bagi seluruh Anggota ESA. Menurutnya, sangat banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan dari mereka. (Habibul Adnan)
Selengkapnya...

JQK Buka Pendaftaran Untuk Anggota Baru

Menyikapi kedatangan santri setelah libur Ramadhan kemarin, para pengurus Jam’iyatul Qurra’ Wal Khottotin (JQK) langsung membuka pendaftaran untuk anggota baru. Pendaftaran untuk para anggota baru tersebut dibuka mulai tanggal 23 September sampai 8 Oktober mendatang, sekaligus sebagai awal dimulainya kegiatan.

Dalam penerimaan anggota baru tersebut, para peserta dikenai biaya pendaftaran sebesar 10.000 rupiah dan langsung tercatat sebagai anggota Khot selama menjadi santri. Sedangkan untuk anggota yang mendaftar dengan kitab khot jilid I sebesar 25.000 rupiah dan 35.000 rupiah ditambah kitab Khot jilid II.

Terkait dengan penerimaan anggota baru ini, Bisri Hidayatullah selaku coordinator JQK menghimbau kepada para anggota lama untuk masuk seperti biasa dan lebih giat lagi. Sedangkan untuk anggota Khot yang pernah meraih juara di even-even lomba, Bisri menyarankan untuk tetap hadir tiap waktu kursus untuk membantu para pembina memberikan bimbingan kepada anggota baru.

Selain itu, untuk para senior juga diharapkan untuk terus membuat karya serta tetap mentashih karya-karyanya.

Sekedar informasi, para senior Khot tidak lama lagi akan diutus untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi di Madiun. (Habibul Adnan)
Selengkapnya...

Brosur Santri Baru

Jumlah Pengunjung

Website counter
 

Tamu Pesantren

Mubes Iksass VIII di Jember

Tamu Pesantren

Powered by Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah